Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Semarang: Pencegahan Stunting Melalui Pembudidayaan Tanaman Buah Dan Daun Kelor di Desa Sepakung

Laporan : Farid

Kabupaten Semarang, LCKINEWS.Com – Masalah stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, tak terkecuali di Desa Sepakung, Kabupaten Semarang.

Menyikapi hal tersebut, tim dosen dari Universitas PGRI Semarang atas nama Henry Casandra Gultom, S.E, MM., Ir. Suwarno Widodo., Liyandri Rasbina Tarigan, S.E., M.M melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk

“Pencegahan Stunting melalui Pembudidayaan Tanaman Buah dan Daun Kelor”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dan partisipatif bersama warga Desa Sepakung, difokuskan pada edukasi gizi keluarga, pendampingan budidaya tanaman bernutrisi, serta pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga.

 

Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri, menyambut baik inisiatif ini.

“Kami sangat mendukung program ini karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Budidaya kelor dan buah lokal sangat potensial untuk menjadi solusi gizi dan ekonomi,”ujarnya dalam kegiatan pembukaan.

 

Selama program berlangsung, warga diberi pelatihan menanam kelor dan buah-buahan di pekarangan, memanfaatkan potensi lokal untuk peningkatan gizi keluarga.

 

Tak hanya itu, mereka juga belajar mengelola keuangan rumah tangga secara sederhana, serta dikenalkan pada pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi seperti teh kelor dan selai buah.

Salah satu dosen pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran gizi, tetapi juga menjadi pemicu pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.

 

“Program ini kami rancang tidak hanya sebagai intervensi sesaat, tapi sebagai model keberlanjutan yang bisa diterapkan oleh masyarakat secara mandiri,” jelasnya.

 

Program ini didukung oleh dosen lintas bidang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Pendidikan IPS Universitas PGRI Semarang. Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan perencanaan keberlanjutan bersama kader desa, dengan harapan program ini dapat diintegrasikan ke dalam program posyandu dan ketahanan pangan desa.

 

Dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan sumber daya lokal, pengabdian ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program nasional pencegahan stunting dari akar rumput.

 

Redaksi