Warga Demak Keluhkan Kelangkaan LPG 3Kg Di Tengah Ibadah Ramadhan

DEMAK – Awal Bulan suci Ramadhan, warga di sejumlah wilayah Kabupaten Demak mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram atau yang akrab disapa “gas melon”. Kelangkaan ini memicu keresahan, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi tersebut untuk keperluan berbuka dan sahur.
Harga Melambung Tinggi

Di beberapa titik, seperti Kecamatan Mranggen, Sayung dan Dempet, warga melaporkan bahwa stok di tingkat pengecer sering kali kosong. Jika pun tersedia, harga di tingkat eceran melonjak drastis mencapai Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Penyebab Kelangkaan

Kelangkaan ini disinyalir merupakan dampak dari beberapa faktor:
  • Perubahan Skema Distribusi: Kebijakan baru yang mewajibkan pembelian langsung di pangkalan resmi mulai Februari 2025 membuat akses warga di pelosok desa menjadi terbatas karena tidak semua warung eceran memiliki stok.
  • Peningkatan Konsumsi: Selama Ramadhan, kebutuhan rumah tangga untuk memasak meningkat secara signifikan.
  • Kendala Cuaca: Adanya genangan banjir di beberapa wilayah Demak sempat menghambat proses distribusi dari agen ke pangkalan.
Respons Warga dan Pemerintah

Seorang warga Kecamatan Mranggen yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekecewaannya.”Mahal tidak masalah asal barangnya mudah didapat. Sekarang sudah mahal, carinya susah sekali sampai harus keliling ke wilayah lain,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Demak menyatakan telah melakukan pemantauan di 1.640 pangkalan dan 22 agen resmi di seluruh wilayah Demak. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk membeli langsung di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai HET dan memastikan ketersediaan stok.
Redaksi