Jakarta Utara | LckiNews.com – Berdasarkan informasi terkini yang dihimpun hingga pukul 16:45 WIB, sumber-sumber resmi memberikan keterangan terkait insiden ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Pihak berwenang seperti Polri (melalui Polda Metro Jaya dan Densus 88) serta TNI AL telah memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan, dengan fokus utama pada kronologi kejadian, jumlah korban, serta upaya penanganan yang sedang berlangsung. Jumat (7/11/2025)
Pernyataan Resmi dari Polri (Polda Metro Jaya)
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi pada saat pelaksanaan khotbah Shalat Jumat, sekitar pukul 12:15 hingga 12:30 WIB. Insiden ini melibatkan tiga titik ledakan yang berbeda, dengan dua ledakan terjadi di dalam area masjid dan satu ledakan lainnya terjadi di pintu belakang masjid.
Jumlah korban luka-luka mencapai 54 orang, terdiri dari siswa, guru, dan warga sekitar. Para korban mengalami luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga sedang, termasuk luka bakar, terkena serpihan, serta trauma akustik akibat ledakan. Para korban telah mendapatkan perawatan medis di beberapa rumah sakit, termasuk RS Islam Cempaka Putih, RSAL Dr. Mintohardjo, serta puskesmas terdekat.
Tim Gegana Brimob telah dikerahkan ke lokasi kejadian sejak pukul 13:45 WIB untuk melakukan sterilisasi area dan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab ledakan. Dalam proses tersebut, tim menemukan rompi yang berisi senjata api rakitan serta dugaan bahan peledak. Densus 88 saat ini sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah insiden ini terkait dengan jaringan terorisme, meskipun belum ada konfirmasi resmi yang dikeluarkan.
Pernyataan Resmi dari TNI AL
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden yang terjadi di kompleks TNI AL Kodamar. TNI AL menyatakan dukungan penuh dalam proses evakuasi korban dengan mengerahkan prajurit mereka dan bekerja sama erat dengan Polri dalam proses investigasi.
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan pasukan tambahan untuk membantu pengamanan dan penyelidikan. Hingga saat ini, tidak ada indikasi adanya kelalaian internal dari pihak TNI AL. Penyelidikan saat ini difokuskan pada kemungkinan adanya sabotase atau ancaman eksternal yang menjadi penyebab ledakan.

Update dari Tim Gegana dan Brimob
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa tim Gegana telah dikerahkan untuk melakukan penyisiran secara menyeluruh di area sekitar masjid guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan. Ledakan terakhir dilaporkan sebagai ledakan yang paling dahsyat, dan warga sekitar melaporkan adanya suara tembakan setelah insiden tersebut.
Situasi saat ini telah terkendali, dan posko informasi telah didirikan untuk memberikan informasi dan bantuan kepada keluarga korban. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini. Penyebab pasti ledakan, apakah disebabkan oleh bom rakitan atau tindakan individu, masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Informasi ini didasarkan pada rilis resmi yang dipublikasikan melalui konferensi pers dan situs berita kredibel yang mengutip langsung dari otoritas yang berwenang. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Redaksi













