Ledakan Pakuwon City Surabaya Hari Ini: RM Nasi Tempong Sri Dewi Hancur, 58 Bangunan Terdampak

Foto ruko hancur akibat ledakan gas RM Sri Dewi Pakuwon City Surabaya

SURABAYA, LCKINews.com – Insiden ledakan Pakuwon City Surabaya yang bersumber dari RM Nasi Tempong Sri Dewi mengguncang kawasan pertokoan San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, pada Selasa (6/10/2026) pagi. Dentuman keras yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ini mengakibatkan puluhan properti hancur serta memakan korban luka.

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Surabaya, tercatat ada 58 bangunan dan 8 unit kendaraan yang mengalami kerusakan parah akibat rambatan getaran serta desakan tekanan udara dari titik ledak.

Kronologi Kejadian dan Kesaksian Saksi Mata

Peristiwa mencekam ini bermula saat aktivitas dapur di RM Nasi Tempong Sri Dewi baru saja dimulai. Menurut keterangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, koki rumah makan sempat mencium bau gas yang sangat menyengat ketika sedang memasak.

“Dalam sekejap langsung terjadi semacam ledakan. Diduga keras akibat akumulasi dari kebocoran pipa gas tersebut,” tutur Kombes Pol Luthfie.

Kerasnya ledakan membuat kaca-kaca ruko di seberang jalan pecah berhamburan. Saksi mata di sekitar lokasi bahkan mengira getaran hebat tersebut merupakan fenomena gempa bumi.

Kondisi Korban Luka Bakar

Imbas dari peristiwa ini, lima orang pegawai RM Sri Dewi (empat laki-laki dan satu perempuan) menjadi korban langsung. Saksi di sekitar TKP menyebutkan para korban sempat berlarian keluar ruko menyelamatkan diri dengan kondisi pakaian hangus terbakar.

Petugas medis dari Tim Gerak Cepat (TGC) bersama Ambulans Dinas Kesehatan langsung melarikan kelima korban ke RSUD Haji Surabaya, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan intensif akibat luka bakar serius.

Hasil Olah TKP Tim Gegana: Bukan Bom

Guna mengantisipasi adanya unsur teror, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim langsung diterjunkan ke lokasi pertokoan San Antonio Pakuwon City. Hasil pemeriksaan menegaskan bahwa tidak ditemukan bahan peledak atau bom di lokasi.

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandi, menjelaskan bahwa insiden ini murni merupakan fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion).

Ledakan ini dipicu oleh tekanan gas elpiji yang keluar dari tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram yang terakumulasi di dalam ruangan tertutup. Pihak kepolisian memastikan saat ini ketiga tabung gas tersebut sudah dalam kondisi kosong dan area sekitar telah disterilisasi demi keamanan publik.

 

Red/Farid