Ketuk Pintu Langit, KH. Nabil Munif Girikusumo Lepas Kirab Satu Abad NU Desa Banyumeneng

DEMAK, LCKINEWS.com – Gema sholawat dan kibaran bendera Nahdlatul Ulama (NU) memenuhi jalanan Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Momentum bersejarah peringatan Satu Abad NU dirayakan dengan khidmat melalui gelaran Kirab Budaya dan Religi yang secara resmi dibuka oleh KH. Nabil Munif, putra dari pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo sekaligus tokoh sentral muda di kawasan tersebut.

Simbolisme Abad Kedua NU

Acara dimulai dengan upacara pelepasan yang dipimpin langsung oleh KH. Nabil Munif di pelataran utama desa. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa memasuki abad kedua, warga NU di tingkat ranting seperti Desa Banyumeneng harus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi dan memperkuat ekonomi umat.

“Kirab ini bukan sekadar berjalan kaki, tapi simbol langkah kita menuju abad kedua dengan semangat yang lebih kuat, menjaga ukhuwah dan melestarikan warisan para masyayikh,” ujar KH. Nabil Munif sebelum mengibarkan bendera start.

Arak-arakan Budaya dan Santri

Barisan kirab menampilkan keberagaman warga Nahdliyin. Mulai dari barisan berseragam lengkap dari Banser Satkoryon Mranggen, ibu-ibu Muslimat dan Fatayat, hingga ribuan santri yang membawa berbagai atribut unik. Yang menarik, kirab ini juga menggabungkan unsur lokalitas dengan adanya gunungan hasil bumi yang merefleksikan rasa syukur warga Banyumeneng atas kesuburan tanah mereka.

Keterlibatan keluarga besar Girikusumo dalam acara ini menambah nilai sakral, mengingat peran besar pesantren tersebut dalam sejarah penyebaran Islam dan pengembangan NU di wilayah Demak dan sekitarnya.

Antusiasme Warga

Ribuan pasang mata menyaksikan di sepanjang rute kirab. Warga tidak hanya menonton, tetapi banyak yang turut memberikan sedekah berupa minuman dan makanan ringan bagi para peserta kirab. Suasana kekeluargaan ini menjadi bukti nyata kekuatan basis NU di akar rumput.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama di titik finis, memohon keberkahan bagi bangsa dan negara, serta kejayaan Nahdlatul Ulama dalam menapaki pengabdian di abad yang baru.

 

Tim Redaksi