UNGARAN, LCKINews.com– Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat ekowisata unggulan di Kabupaten Semarang melalui kehadiran Kayangan Tebing Al Fath. Terletak di Dusun Tompo Gunung, destinasi ini menawarkan perpaduan unik antara wisata alam, wahana keluarga, dan konsep “wisata amal” yang menjadi ciri khasnya. Rabu, 25/03/2026.
Pemandangan Ikonik dan Wahana Keluarga Berada di ketinggian tebing, Kayangan Tebing Al Fath menyajikan panorama 360 derajat yang memanjakan mata. Pengunjung dapat menikmati kemegahan lanskap Kota Semarang dari ketinggian, hamparan perkebunan hijau yang asri, hingga siluet pegunungan di cakrawala.
Tak hanya menawarkan pemandangan, objek wisata ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, antara lain:
Kolam Renang Berbagai Usia: Dilengkapi dengan seluncuran (perosotan) yang aman untuk anak-anak maupun dewasa.
Wahana Perahu: Pengunjung dapat mengarungi area air buatan yang didesain estetis di atas tebing.
Spot Foto Instagramable: Berbagai anjungan foto yang menghadap langsung ke arah kota dan lembah.
Area Kuliner: Tersedia pujasera yang menyajikan hidangan lokal dengan suasana sejuk khas pegunungan.
Konsep Wisata Amal Yang membedakan Kayangan Tebing Al Fath dengan destinasi lain adalah labelnya sebagai “Wisata Amal”.
Sebagian dari pendapatan tiket masuk dan pengelolaan area ini dialokasikan untuk kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas keagamaan di lingkungan sekitar.
Hal ini memberikan pengalaman berlibur yang bernilai lebih bagi para pelancong—berwisata sekaligus berderma.
Lokasi dan Aksesibilitas
Destinasi ini terletak di Dusun Tompo Gunung RT 05 RW 10, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur.
Akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau dari pusat kota Ungaran maupun Semarang, menjadikannya pilihan favorit untuk liburan akhir pekan keluarga atau sekadar melepas penat di sore hari.
Untuk HTM Hari Biasa Senin-Jum’at : Rp. 10.000 Sabtu-Minggu dan Hari Besar : Rp. 15.000 Untuk Usia Mulai 2 Tahun.
“Kami terus berupaya mengembangkan potensi lokal Desa Kalongan melalui digitalisasi dan inovasi fasilitas,” ujar Bambang pengelola wisata.
“Kayangan Tebing Al Fath bukan sekadar tempat rekreasi, tapi juga simbol kemandirian ekonomi desa melalui sektor pariwisata.” pungkasnya
Red/FH













