PATI |lckinews.com – 5 Agustus 2005
Krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan akhir – akhir ini menang sudah memuncak .apa yang terjadi pada pemerintahan kabupaten Pati, Jawa Tengah tentang pajak naik meroket Bak rudal Iran PBB naik 250%, dan pedagang kaki lima 300 rb perbulan. hingga menjadi pemicu marahnya berbagai elemen masyarakat Pati tidak terima tentang naiknya pajak tsb.
” Kebijakan pemerintah tidak selalu ramah untuk masyarakat yang sebenarnya pemilik negeri RI yang kita cintai. rakyat adalah pemilik negara sedang pejabat dan ASN adalah Abdi negara yang digaji oleh uang rakyat. Negara tidak ditertata dengan baik terkadang sesuai keinginan pejabat dan pemangku kebijakan sesuka hatinya. toh kalau pajak sudah didapat ujung – ujungnya. diuntal Dimaling dirampok. kita tau kata Joko tirtono SH, ketua lembaga cegah kejahatan Indonesia Jawa tengah (LCKI) yang sering dipanggil akrab bang Jack.
” Jelas disebutkan dalam pasal 33 UUD 45.
a. Bumi air yang terkandung didalamnya dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.
b. Cabang – cabang produksi dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.
c. Perekonomian disusun untuk kepentingan rakyat. ini sudah dilanggar semua oleh pejabat negara yang sebetulnya mereka penjahat yang dibayar rakyat tegas ? Jack
Dengan nada keras
Kenapa selalu rakyat yang menjadi korban kebijakan pemerintah. masih banyak yang bisa digali untuk pendapatan negara Tambang. Nikel, Minyak. Kekayaan laut perikanan, pertanian, dan sektor sektor lain. Itu bisa menaikan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) tersebut.
” cape mas kalau bicara pemerintah masyarakat sudah muak dan tidak perlu dihormati mereka kacung, coba yang 1000 Trilyun Pertamina dan 300 Trilyun nikel dan masih banyak lagi itu bisa ditarik negara bisa untuk meringankan beban masyarakat yang sekarang sedang kesulitan ekonomi kebutuhan primer setiap hari tidak memikirkan kebutuhan scunder. lapangan kerja semakin sulit. negara ini kedepannya mau di bawa kemana?. Saya salut dengan kata bang Jack.
“Contohnya melihat gerak langkah gubernur Jawa Barat, kang Dedi Mulyadi di sapa akrab (KDM). selaku berfikir cerdas inovative toleran tegas berani hanya berjuang untuk kepentingan rakyatnya. ini contoh sosok yang patut ditiru dan tauladan, sebagai pejabat bukan penjahat. belum ada sosok orang yang seperti kang Dedi. kasus di Pati sangat urak’an arogan dalam menentukan kebijakan pajak yang tidak bijak, dan transparan kepada masyarakat Pati. Pelajaran buat pemerintah daerah lainya. dalam menyikapi pendapatan daerahnya . jangan mencekik rakyat tapi rakyat justru dimudahkan karena negeri kita kaya raya. bermartabat dan berbudi luhur. mari bersama – sama Bangkit bangun negara tercinta ini. ucapnya
Editor: Jack













