Pasar Kembang Mranggen: Tradisi Harum Menjelang Lebaran di Gerbang Barat Demak

DEMAK,LCKINEWS.COM—Menjelang Idul Fitri, pemandangan berbeda mulai tampak di sepanjang ruas Jalan Raya Mranggen hingga kawasan Pasar Ganefo, Desa Kembangarum. Ribuan kelopak bunga mawar, melati, dan sedap malam mulai mewarnai trotoar, menandai dimulainya “Pasar Kembang”, sebuah tradisi turun-temurun masyarakat Demak dalam menyambut hari kemenangan.

Pasar musiman ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan simbol kearifan lokal. Masyarakat dari berbagai penjuru Demak dan sekitarnya memadati area ini untuk berburu bunga tabur (bunga sripah) guna keperluan tradisi Nyadran atau ziarah kubur yang lazim dilakukan sebelum hari raya.

Wangi Tradisi di Sepanjang Jalan

Sejak pagi buta, para pedagang kembang musiman yang datang dari berbagai daerah seperti Bandungan dan sekitarnya, telah menggelar dagangan mereka. Aroma harum bunga segar bercampur dengan hiruk pikuk warga menciptakan atmosfer khas Lebaran yang tidak ditemukan di waktu lain.

“Pasar Kembang Mranggen ini sudah menjadi ikon. Setiap tahun, Jalan Raya Mranggen hingga Kembangarum selalu menjadi pusat perhatian. Ini adalah bagian dari persiapan batin masyarakat sebelum merayakan Idul Fitri,” ujar salah seorang pedagang.

Dampak Ekonomi dan Pengaturan Lalu Lintas

Selain melestarikan tradisi, fenomena Pasar Kembang ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga lokal dan pedagang bunga. Namun, mengingat lokasinya yang berada di jalur utama penghubung Semarang-Purwodadi, lonjakan pengunjung ini juga diantisipasi dengan pengamanan ketat.

Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Demak telah menyiagakan personel di titik-titik rawan kemacetan, mulai dari depan Pasar Mranggen hingga kawasan Pasar Ganefo, guna memastikan arus mudik tetap lancar di tengah antusiasme warga yang berbelanja kembang.

Imbauan bagi Pengunjung

Masyarakat yang hendak mengunjungi Pasar Kembang diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan mengutamakan keselamatan berkendara. Tradisi ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-2 hingga malam takbiran nanti.

Pasar Kembang Mranggen menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan baju baru dan hidangan lezat, ada doa yang terpanjat melalui harum bunga di pusara leluhur.

 

Red/Farid