BOYOLALI – Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Demak turut serta memeriahkan puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Kehadiran delegasi dari “Kota Wali” ini menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam tata kelola pemerintahan desa yang mandiri dan akuntabel.
Ketua PABPDSI Demak H. Sunarto , S.Pd, M.Pd menyatakan bahwa momentum Hari Desa Nasional tahun ini, yang menandai 12 tahun disahkannya UU Desa, harus menjadi titik balik bagi penguatan fungsi pengawasan dan aspirasi di tingkat desa.
“Kehadiran kami di Boyolali bukan sekadar seremonial, melainkan untuk menyatukan visi dengan seluruh anggota BPD se-Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Kabupaten Demak selaras dengan semangat nasional, yakni mewujudkan desa yang berdaulat secara ekonomi dan kuat secara administratif,” ujarnya di sela-sela acara.
Acara yang dihadiri oleh ribuan perwakilan perangkat desa dan BPD dari berbagai penjuru tanah air ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari sarasehan nasional, pameran inovasi desa, hingga penguatan regulasi terkait kesejahteraan aparatur desa.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi PABPDSI Demak juga melakukan studi banding singkat mengenai inovasi pengelolaan dana desa dan pemberdayaan masyarakat yang dipamerkan oleh desa-desa berprestasi di Boyolali. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat diimplementasikan di 243 desa yang ada di Kabupaten Demak.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi pemerintah pusat, terutama terkait penguatan posisi BPD sebagai mitra sejajar Kepala Desa dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Dengan semangat “Bangun Desa , Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia”, PABPDSI Demak berkomitmen untuk terus mengawal kedaulatan desa demi kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Tim Redaksi













