Foto Dokumentasi Menu Yamu’ti Tidak Sesuai Menu Yang Diharapkan/Dok.Redaksi
TASIKMALAYA|LCKINEWS.COM—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Rahayu II , Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari , Kota Tasikmalaya , Jawa Barat, Yang di Salurkan SPPG Yamu’ti (Yayasan Mutiara Titipan Illahi) Kini Menjadi sorotan publik setelah awak media menemukan dugaan ketidak sesuaian antara nilai anggaran dan kualitas menu yang disajikan kepada Balita dan Ibu Hamil.
Penelusuran dilakukan oleh awak media melalui pantauan langsung di mana menu yang dibagikan terdiri dari 2 Roti , 1 Susu UHT , 4 butir Buah Kelengkeng dan 1 Buah Jeruk untuk dikonsumsi selama 3 hari.
Padahal program MBG dibiayai anggaran pemerintah yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi balita dan Ibu Hamil secara layak dan seimbang. Senin (12/01/2026)
Salah Seorang Ibu Hamil yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya.
“Saya Kecewa Menu yang dibagikan kepada Balita dan Ibu Hamil Selama 3 hari kok segitu, Kalau dihitung dari bahan-bahannya tidak memenuhi Standart Gizi.
Program ini seharusnya memperhatikan kualitas dan keseimbangan gizi Balita dan Ibu Hamil, bukan sekedar formalitas,” ujarnya
Selanjutnya menelusuri sumber penyedia makanan, yaitu dapur Satuan Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Mutiara Titipan Illahi (Yamu’ti) yang beralamat di Jalan H. Sobandi, Kampung Rahayu 2, RT 02 RW 05, Kelurahan Sukahurip , Kecamatan Tamansari , Kota Tasikmalaya , Jawa Barat.
Kejadian ini menimbulkan dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional, segera melakukan evaluasi dan audit terhadap penyedia MBG yang bekerja sama dengan Yayasan Mutiara Titipan Illahi.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih dalam upaya melakukan konfirmasi kepada Tim Pelaksana Institusi (TPI) terkait dugaan ketidaksesuaian menu dan mekanisme distribusi MBG, namun belum mendapatkan tanggapan resmi.
Program MBG seharusnya menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi untuk Balita dan Ibu Hamil bukan justru menimbulkan tanda tanya dan kekecewaan publik akibat dugaan penyimpangan di lapangan.ujarnya
Redaksi













