Derita Korban Aplikasi WPONE Tetap Semangat Menuntut Asrofi CS

lckinews.com. Polda Jateng -Kurang lebih 20 orang korban wpone dari 40 korban yang minta bantuan pendampingan hukum dari LCKI lembaga cegah kejahatan Indonesia Jawa tengah rame rame mengadukan ke Polda jateng pada hari selasa 27 Mei 2025.

Joko Tirtono SH yang mengawal pengaduan ini merasa iba terhadap para ibu ibu yang uangnya diembat oleh wpone atas ajakan bujukan rayuan dan propaganda Asrofi TNI aktif disalatiga beserta team leader Fatimah dan Nuryanti dalam mencari nasabah mendatangi aktif kerumah para nasabah dan memberikan presentasi ditempat tempat cafe yang mewah.
kadang para leader memamerkan segepok uang atas keberhasilannya dan hadiah mobil serta motor sebagai media pamer agar para nasabah tertarik dan bergabung

Joko mengatakan kalau ada 40 klien yang ditanganinya dengan uang yang hampir tembus 1.2 M bahkan ada korban satu keluarga anak bapak dan ibu kena 400jt tutur Aldo sebagai korban dan Sugini sempat menjual Mobil kena 72 jt sedang yang lainya berkisar 20 hingga 50 jt.

Perih perih rasanya kami semua tutur Wulan, uang yang dijanjikan Asrofi cs tidak bisa cair padahal 1 minggu lagi uang itu buat kebutuhan lebaran dan bayar sekolah anak , kok tega sekali seorang TNI aktif memberikan penyesatan pada kami tuturnya

Dulu ketika Asrofi cs dalam memberikan presentasi begitu gagah dan semangat dalam melayaninya sekarang dihubungi sudah tidak bisa , Joko tirtono yang sering akrab di panggil Jack berharap pada kepolisian dan Kodam atau Pomdam bisa membantu dalam menyelesaikan masalah ini , rencana mereka semua sepakat Minggu dpn akan ramai ramai mengadu ke Kodam Diponegoro Jawa tengah dan pomdam karena Asrofi masih jadi anggota aktif TNI ,Sedang Fatimah dan Nuryanti orang sipil sebagai ujung tombak marketing wpone.

Lcki sering mendapat telpon korban korban sama dari luar kota Salatiga dan sekitarnya semakin bertambah , kasihan tutup Jack kepada awak media.

(Red/AM)