JAKARTA, LCKINews.com– Gelombang protes keras pecah di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026). Sejumlah pengusaha lokal yang menjadi investor mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) nekat menggeruduk lobi kantor BGN guna meluapkan kekecewaan mendalam mereka.
Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan dan adu mulut antara massa aksi dengan petugas keamanan setempat. Para investor menuntut pertanggungjawaban serta kejelasan pencairan dana investasi dan operasional pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini tak kunjung beroperasi.
“Tujuh bulan teman-teman dari daerah membuat dapur miliaran rupiah, sampai detik ini tidak difungsikan! Kami bantu pemerintah, kami bantu TNI! Kami butuh negara hadir, selesaikan ini!” teriak salah satu perwakilan massa aksi dengan emosional di lokasi kejadian.
Para mitra mengklaim telah merampungkan seluruh fasilitas pembangunan dapur sehat mandiri tersebut sejak Desember 2025. Namun, meski modal miliaran rupiah telah digelontorkan dari kantong pribadi demi menyukseskan program nasional, kejelasan operasional dan pencairan dana hak mereka mandek hingga hampir tujuh bulan pasca-verifikasi.
Kondisi ketidakpastian ini diperparah oleh kebijakan moratorium atau penghentian sementara penambahan titik dapur baru oleh Kepala BGN yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, yang membatasi titik dapur operasional di angka 27.877 titik demi evaluasi anggaran dan pencegahan penyelewengan pasca-mencuatnya kasus dugaan korupsi di internal lembaga tersebut.
Merespons protes keras tersebut, pihak BGN menjelaskan bahwa operasional dapur secara umum tidak dihentikan. Melalui Kepala BGN Nanik S. Deyang, manajemen menyatakan telah menerima perwakilan pengusaha tersebut dan berencana segera melakukan konsultasi dengan DPR serta pihak terkait guna merumuskan skema khusus dan mencari solusi atas persoalan dapur MBG di wilayah 3T.
Red/Farid













